Orang tua nabi tidak kafir

Orang Tua Nabi Tidak Kafir

Sangat Mengganggu, ya telah beredar hadist yang menyinggung tentang adab keimanan yaitu tentang status dari ibu dan ayah Nabi Muhammad s.a.w yang Menyebut Bahwa Orang Tua Nabi itu musyrik dan kafir. Terus terang hadist tersebut juga menyinggung Banyak umat muslim lain, karena hadist itu jarang diBahas bahkan tidak jelas siapa sebenarnya periwayatnya.

Ortu Nabi Muhammad

Hadist tersebut juga bertentangan dengan surat Al Baqoroh ayat 62 Allah Berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (Qs.Al-Baqoroh:62).

Melihat dari Surat Al-Baqoroh Tersebut Seakan bertentangan karena di tanah Arab saat Itu hanya Terdapat agama yahudi dan nasrani saja Selebihnya adalah Kafir. Sedangkan Nabi Muhammad Belum Mendapat Perintah Untuk Menyebarkan agama islam. Kira-kira Lebih kuat mana hadist dan al-qur'an pernyataanya. Kebanyakan Orang Umumnya Hanya Menggunakan Sebuah Hadist Tapi Tidak Memandang Al-Qur'an Sebagai Pegangan Hidup. Hadist mungkin Bisa di Buat Lemah Namun Semua Akan Kembali Kepada Al-Qur'an Bukan?

Tidak Semua Website Bisa Di Jadikan Tempat Belajar agama. Meskipun website Tersebut Membahas Tentang Agama Di setiap Postingnya. Lebih Penting dari Semua Itu, Pastikan Belajar agama pada ustadz yang ada disekitarmu. jangan semua website atau wapsite di jadikan panutan maupun Bahan Rujukan. Ini Hanya Saran saja dari saya, agar Jangan Terpengaruh Oleh Gelar Ustadz Maupun Embel-embel di Antara Namanya.

Kembali Pada Bahasan Tentang Orang Tua Nabi Muhammad. Pernyataan itu sama sekali Tidak masuk akal andai Ayah dan Ibu Nabi Muhammad adalah musrik dan kafir. Sedang yang melahirkan Manusia Suci Juga dari rahim ibu yang suci. Semua Orang Awampun akan Berfikir seperti itu. Dan mengenai Orang Tua Nabi Tentu saja ada pengampunan khusus dari Allah ta'ala. Karna agama islam yang di bawa nabi muhammad belumlah di kenal.

Berikut ini Beberapa Tanggapan atau Pendapat dari Beberapa Teman Terkait Hal Tersebut. tanggapan Teman dari yahoo answer: "Pertama. Kita perlu menganalisa Rubrik berdasarkan salah satu link berkaitan itu, salah satunya tulisan di VOA yang diasuh Ust. Abu Roidah Lc dan uraiannya ditulis Ust. Badrul Tamam, sebelum kita masuk dalam analisa shahih atau tidaknya hadits itu. Karena masalah ini menimbulkan kontroversi, maka saya kembali merujuk kepada AlQuran. Penulis di rubrik VOA itu berkesimpulan bahwa kedua orang tua Rasulllah meninggal dalam keadaan musyrik bahkan menentukan bahwa orang tuanya berada di Neraka berdasarkan dalil-dalil hadits yang katanya bersumber dari Rasulullah sendiri. Sementara hadits lain telah dilemahkan dan dihoifkan. Kemudian penulis di VOA itu mengutip ayat Attaubah 114. Kalau menurut pendapat saya, ayat itu tidak tepat ditempatkan untuk posisi Rasulullah."

Ayat itu menyangkut Nabi Ibrahim terhadap bapaknya. Coba Baca Kata BAPAKNYA pun harus dikaji ulang, apakah benar istilah arab bapaknya adalah orang tua kandungnya atau mengandung makna lain.?
"Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk Bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun (Attaubah 114)".

Apakah posisi ayat (Attaubah 114) tepat ditempatkan untuk Rasulullah? Bagi saya, tentu tidak. Amati konteksnya. Saat Ibrahim diangkat menjadi Nabi, orang tua Ibrahim masih hidup sehingga mendapat pengajaran, sementara orang tua Rasulullah telah meninggal, saat Rasulullah masih kecil. Artinya orang tua Rasulullah belum mendapat pengajaran dari Rasulullah sendiri, sehingga penulis di VOA itu menurut saya tidak layak di sepadankan surat Attaubah 114 itu untuk kedua orang tua Rasulullah. Ingat pula bahwa Allah itu tidak akan mengazab sebelum mengutus Nabi sebagai penyampai peringatan dan nasihat silahkan Baca (Surah Al Isra ayat15)."

Tanggapan dari Teman dari Mywapblog Gunturalif : "voa g obyektif itu. 2 hadist itu kalau g slh ingat memang shohih, tapi hadist itu keluar seblum Alloh menurunkan ayat 15,surat albaqoroh. Silahkan dibuka sendri.. saya g begitu hafal ayatnya. yang setelah ayat ini turun hadist itu menjadi mansukh. dan ke 2 orngtua rosul adalah ahlul fithroh, yg dlm hadist nabi yg lain ada 4 golongan,yg salah 1 ahli fithroh ini yang mendapat pengampunan dr Alloh. terlepas dr semua itu albaqoroh ayat 62, saya pikir sdh ckup menjadi hujjah kuat, bagaimana nasib2 orang baik sblum kerosulan nabi muhammad.. maaf ini pendapat saya."

Di Indonesia Pengertian Kafir dan Non Muslim Itu Berbeda Jauh. Disebut Kafir Bilamana Orang Tersebut sama Sekali Tidak Percaya Adanya Tuhan Yang Maha Esa Serta Tidak Meyakini Nabi sebagai Utusan Tuhan dan Mengingkari Kitab Suci Yang Berisi Firman Tuhan. Sedangkan orang Yang Menganut Kepercayaan Pun Masih Percaya dan Iman Kepada Tuhan dan Mempunyai Kitab Sendiri Yang Disebut Serat sentani. Sedang Yang di Maksud Non Muslim adalah Orang-Orang yang Memeluk Agama Selain Islam. Jadi Pahamkan Perbedaan Kafir dan Non Muslim. Jika Orang Tua Nabi Kau Anggap Kafir, Mengapa Nama Ayahanda Nabi Yaitu Abdullah Memiliki Arti Hamba Allah? Bukankah Jelas Bahwa ayahanda Nabi Bukan Orang Kafir Melainkan Masih mempunyai Iman Kepada Allah, jika Di lihat Dari Arti Namanya. Lalu Bagaimana Dengan Pendapat mu?

Saya Ulangi Lagi Posting ini dan Sebagai Catatan saya. Supaya Bisa Menjadi Referensi yang Bisa Bermanfaat Tentunya.

Orang Tua Nabi Tidak Kafir

Sangat Mengganggu, ya telah beredar hadist yang menyinggung tentang adab keimanan yaitu tentang status dari ibu dan ayah Nabi Muhammad s.a.w yang Menyebut Bahwa Orang Tua Nabi itu musyrik dan kafir. Terus terang hadist tersebut juga menyinggung Banyak umat muslim lain, karena hadist itu jarang diBahas bahkan tidak jelas siapa sebenarnya periwayatnya.


Hadist tersebut juga bertentangan dengan surat Al Baqoroh ayat 62 Allah Berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (Qs.Al-Baqoroh:62).

Melihat dari Surat Al-Baqoroh Tersebut Seakan bertentangan karena di tanah Arab saat Itu hanya Terdapat agama yahudi dan nasrani saja Selebihnya adalah Kafir. Sedangkan Nabi Muhammad Belum Mendapat Perintah Untuk Menyebarkan agama islam. Kira-kira Lebih kuat mana hadist dan al-qur'an pernyataanya. Kebanyakan Orang Umumnya Hanya Menggunakan Sebuah Hadist Tapi Tidak Memandang Al-Qur'an Sebagai Pegangan Hidup. Hadist mungkin Bisa di Buat Lemah Namun Semua Akan Kembali Kepada Al-Qur'an Bukan?

Tidak Semua Website Bisa Di Jadikan Tempat Belajar agama. Meskipun website Tersebut Membahas Tentang Agama Di setiap Postingnya. Lebih Penting dari Semua Itu, Pastikan Belajar agama pada ustadz yang ada disekitarmu. jangan semua website atau wapsite di jadikan panutan maupun Bahan Rujukan. Ini Hanya Saran saja dari saya, agar Jangan Terpengaruh Oleh Gelar Ustadz Maupun Embel-embel di Antara Namanya.

Kembali Pada Bahasan Tentang Orang Tua Nabi Muhammad. Pernyataan itu sama sekali Tidak masuk akal andai Ayah dan Ibu Nabi Muhammad adalah musrik dan kafir. Sedang yang melahirkan Manusia Suci Juga dari rahim ibu yang suci. Semua Orang Awampun akan Berfikir seperti itu. Dan mengenai Orang Tua Nabi Tentu saja ada pengampunan khusus dari Allah ta'ala. Karna agama islam yang di bawa nabi muhammad belumlah di kenal.

Berikut ini Beberapa Tanggapan atau Pendapat dari Beberapa Teman Terkait Hal Tersebut. tanggapan Teman dari yahoo answer: "Pertama. Kita perlu menganalisa Rubrik berdasarkan salah satu link berkaitan itu, salah satunya tulisan di VOA yang diasuh Ust. Abu Roidah Lc dan uraiannya ditulis Ust. Badrul Tamam, sebelum kita masuk dalam analisa shahih atau tidaknya hadits itu. Karena masalah ini menimbulkan kontroversi, maka saya kembali merujuk kepada AlQuran. Penulis di rubrik VOA itu berkesimpulan bahwa kedua orang tua Rasulllah meninggal dalam keadaan musyrik bahkan menentukan bahwa orang tuanya berada di Neraka berdasarkan dalil-dalil hadits yang katanya bersumber dari Rasulullah sendiri. Sementara hadits lain telah dilemahkan dan dihoifkan. Kemudian penulis di VOA itu mengutip ayat Attaubah 114. Kalau menurut pendapat saya, ayat itu tidak tepat ditempatkan untuk posisi Rasulullah."

Ayat itu menyangkut Nabi Ibrahim terhadap bapaknya. Coba Baca Kata BAPAKNYA pun harus dikaji ulang, apakah benar istilah arab bapaknya adalah orang tua kandungnya atau mengandung makna lain.?
"Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk Bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun (Attaubah 114)".

Apakah posisi ayat (Attaubah 114) tepat ditempatkan untuk Rasulullah? Bagi saya, tentu tidak. Amati konteksnya. Saat Ibrahim diangkat menjadi Nabi, orang tua Ibrahim masih hidup sehingga mendapat pengajaran, sementara orang tua Rasulullah telah meninggal, saat Rasulullah masih kecil. Artinya orang tua Rasulullah belum mendapat pengajaran dari Rasulullah sendiri, sehingga penulis di VOA itu menurut saya tidak layak di sepadankan surat Attaubah 114 itu untuk kedua orang tua Rasulullah. Ingat pula bahwa Allah itu tidak akan mengazab sebelum mengutus Nabi sebagai penyampai peringatan dan nasihat silahkan Baca (Surah Al Isra ayat15)."

Tanggapan dari Teman dari Mywapblog Gunturalif : "voa g obyektif itu. 2 hadist itu kalau g slh ingat memang shohih, tapi hadist itu keluar seblum Alloh menurunkan ayat 15,surat albaqoroh. Silahkan dibuka sndri.. sya g bgt hafal ayatnya. yg stlah ayat ini turun hadist itu menjadi mansukh. dan ke 2 orngtua rosul adalah ahlul fithroh, yg dlm hadist nabi yg lain ada 4 golongan,yg salah 1 ahli fithroh ini yang mendapat pengampunan dr Alloh. terlepas dr semua itu albaqoroh ayat 62, saya pikir sdh ckup menjadi hujjah kuat, bagaimana nasib2 orang baik sblum kerosulan nabi muhammad.. maaf ini pendapat saya."

Di Indonesia Pengertian Kafir dan Non Muslim Itu Berbeda Jauh. Disebut Kafir Bilamana Orang Tersebut sama Sekali Tidak Percaya Adanya Tuhan Yang Maha Esa Serta Tidak Meyakini Nabi sebagai Utusan Tuhan dan Mengingkari Kitab Suci Yang Berisi Firman Tuhan. Sedangkan orang Yang Menganut Kepercayaan Pun Masih Percaya dan Iman Kepada Tuhan dan Mempunyai Kitab Sendiri Yang Disebut Serat sentani. Sedang Yang di Maksud Non Muslim adalah Orang-Orang yang Memeluk Agama Selain Islam. Jadi Pahamkan Perbedaan Kafir dan Non Muslim. Jika Orang Tua Nabi Kau Anggap Kafir, Mengapa Nama Ayahanda Nabi Yaitu Abdullah Memiliki Arti Hamba Allah? Bukankah Jelas Bahwa ayahanda Nabi Bukan Orang Kafir Melainkan Masih mempunyai Iman Kepada Allah, jika Di lihat Dari Arti Namanya. Lalu Bagaimana Dengan Pendapat mu?

Saya Ulangi Lagi Posting ini dan Sebagai Catatan saya. Supaya Bisa Menjadi Referensi yang Bisa Bermanfaat Tentunya.

Orang Tua Nabi Tidak Kafir

Sangat Mengganggu, ya telah beredar hadist yang menyinggung tentang adab keimanan yaitu tentang status dari ibu dan ayah Nabi Muhammad s.a.w yang Menyebut Bahwa Orang Tua Nabi itu musyrik dan kafir. Terus terang hadist tersebut juga menyinggung Banyak umat muslim lain, karena hadist itu jarang diBahas bahkan tidak jelas siapa sebenarnya periwayatnya.


Hadist tersebut juga bertentangan dengan surat Al Baqoroh ayat 62 Allah Berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (Qs.Al-Baqoroh:62).

Melihat dari Surat Al-Baqoroh Tersebut Seakan bertentangan karena di tanah Arab saat Itu hanya Terdapat agama yahudi dan nasrani saja Selebihnya adalah Kafir. Sedangkan Nabi Muhammad Belum Mendapat Perintah Untuk Menyebarkan agama islam. Kira-kira Lebih kuat mana hadist dan al-qur'an pernyataanya. Kebanyakan Orang Umumnya Hanya Menggunakan Sebuah Hadist Tapi Tidak Memandang Al-Qur'an Sebagai Pegangan Hidup. Hadist mungkin Bisa di Buat Lemah Namun Semua Akan Kembali Kepada Al-Qur'an Bukan?

Tidak Semua Website Bisa Di Jadikan Tempat Belajar agama. Meskipun website Tersebut Membahas Tentang Agama Di setiap Postingnya. Lebih Penting dari Semua Itu, Pastikan Belajar agama pada ustadz yang ada disekitarmu. jangan semua website atau wapsite di jadikan panutan maupun Bahan Rujukan. Ini Hanya Saran saja dari saya, agar Jangan Terpengaruh Oleh Gelar Ustadz Maupun Embel-embel di Antara Namanya.

Kembali Pada Bahasan Tentang Orang Tua Nabi Muhammad. Pernyataan itu sama sekali Tidak masuk akal andai Ayah dan Ibu Nabi Muhammad adalah musrik dan kafir. Sedang yang melahirkan Manusia Suci Juga dari rahim ibu yang suci. Semua Orang Awampun akan Berfikir seperti itu. Dan mengenai Orang Tua Nabi Tentu saja ada pengampunan khusus dari Allah ta'ala. Karna agama islam yang di bawa nabi muhammad belumlah di kenal.

Berikut ini Beberapa Tanggapan atau Pendapat dari Beberapa Teman Terkait Hal Tersebut. tanggapan Teman dari yahoo answer: "Pertama. Kita perlu menganalisa Rubrik berdasarkan salah satu link berkaitan itu, salah satunya tulisan di VOA yang diasuh Ust. Abu Roidah Lc dan uraiannya ditulis Ust. Badrul Tamam, sebelum kita masuk dalam analisa shahih atau tidaknya hadits itu. Karena masalah ini menimbulkan kontroversi, maka saya kembali merujuk kepada AlQuran. Penulis di rubrik VOA itu berkesimpulan bahwa kedua orang tua Rasulllah meninggal dalam keadaan musyrik bahkan menentukan bahwa orang tuanya berada di Neraka berdasarkan dalil-dalil hadits yang katanya bersumber dari Rasulullah sendiri. Sementara hadits lain telah dilemahkan dan dihoifkan. Kemudian penulis di VOA itu mengutip ayat Attaubah 114. Kalau menurut pendapat saya, ayat itu tidak tepat ditempatkan untuk posisi Rasulullah."

Ayat itu menyangkut Nabi Ibrahim terhadap bapaknya. Coba Baca Kata BAPAKNYA pun harus dikaji ulang, apakah benar istilah arab bapaknya adalah orang tua kandungnya atau mengandung makna lain.?
"Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk Bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun (Attaubah 114)".

Apakah posisi ayat (Attaubah 114) tepat ditempatkan untuk Rasulullah? Bagi saya, tentu tidak. Amati konteksnya. Saat Ibrahim diangkat menjadi Nabi, orang tua Ibrahim masih hidup sehingga mendapat pengajaran, sementara orang tua Rasulullah telah meninggal, saat Rasulullah masih kecil. Artinya orang tua Rasulullah belum mendapat pengajaran dari Rasulullah sendiri, sehingga penulis di VOA itu menurut saya tidak layak di sepadankan surat Attaubah 114 itu untuk kedua orang tua Rasulullah. Ingat pula bahwa Allah itu tidak akan mengazab sebelum mengutus Nabi sebagai penyampai peringatan dan nasihat silahkan Baca (Surah Al Isra ayat15)."

Tanggapan dari Teman dari Mywapblog Gunturalif : "voa g obyektif itu. 2 hadist itu kalau g slh ingat memang shohih, tapi hadist itu keluar seblum Alloh menurunkan ayat 15,surat albaqoroh. Silahkan dibuka sndri.. sya g bgt hafal ayatnya. yg stlah ayat ini turun hadist itu menjadi mansukh. dan ke 2 orngtua rosul adalah ahlul fithroh, yg dlm hadist nabi yg lain ada 4 golongan,yg salah 1 ahli fithroh ini yang mendapat pengampunan dr Alloh. terlepas dr semua itu albaqoroh ayat 62, saya pikir sdh ckup menjadi hujjah kuat, bagaimana nasib2 orang baik sblum kerosulan nabi muhammad.. maaf ini pendapat saya."

Di Indonesia Pengertian Kafir dan Non Muslim Itu Berbeda Jauh. Disebut Kafir Bilamana Orang Tersebut sama Sekali Tidak Percaya Adanya Tuhan Yang Maha Esa Serta Tidak Meyakini Nabi sebagai Utusan Tuhan dan Mengingkari Kitab Suci Yang Berisi Firman Tuhan. Sedangkan orang Yang Menganut Kepercayaan Pun Masih Percaya dan Iman Kepada Tuhan dan Mempunyai Kitab Sendiri Yang Disebut Serat sentani. Sedang Yang di Maksud Non Muslim adalah Orang-Orang yang Memeluk Agama Selain Islam. Jadi Pahamkan Perbedaan Kafir dan Non Muslim. Jika Orang Tua Nabi Kau Anggap Kafir, Mengapa Nama Ayahanda Nabi Yaitu Abdullah Memiliki Arti Hamba Allah? Bukankah Jelas Bahwa ayahanda Nabi Bukan Orang Kafir Melainkan Masih mempunyai Iman Kepada Allah, jika Di lihat Dari Arti Namanya. Lalu Bagaimana Dengan Pendapat mu?

Author

AriefTewe AriefTewe

Posting Komentar