• Jelajahi

    Copyright © Tewe My ID BloggerIndo
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Author Details

    Perjalanan ringkas PSHT dari masa ke masa

    AriefTewe
    Kamis, 26 Maret 2015, Maret 26, 2015 WIB
    Dari masa ke masa
    Para Tokoh PSHT


    Pencak silat merupakan salah satu budaya yang terdapat di Indonesia. Akan Tetapi, pencak silat juga digunakan oleh sebagian orang untuk meminimalisir tindak kejahatan yang ada sekarang ini. Sebagai olah raga, pencak silat juga sangat diminati di Indonesia. Bahkan, pencak silat memiliki berbagai macam aliran, termasuk banyaknya perguruan di daerah asal yang terkenal dengan pencak silatnya.


    Salah satunya Yaitu Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). PSHT sebagai sebuah organisasi yang Mengutamakan pada 'Persaudaraan' yang kekal dan abadi. Pendirinya Adalah Ki Hadjar Hardjo Oetomo, lelaki kelahiran Madiun pada tahun 1890 Lalu. Karena ketekunannya mengabdi pada gurunya, yakni Ki Ngabehi Soerodiwiryo, dia berhasil menguasai hampir seluruh ilmu sang guru hingga ia berhak menyandang predikat pendekar tingkat atau Trap III dalam Tataran ilmu Setia Hati (SH). Itu Pelajari di desa Winongo saat bangsa indonesia dijajah Belanda.


    Sebagai pendekar, Ki Hadjar Hardjo Oetomo pun Punya keinginan luhur untuk getok Tular atau mendarmakan ilmu yang Beliau miliki kepada orang lain. Namun jalan yang dirintis ternyata tidak mulus. Terlebih saat itu zaman penjajahan. Ya, sampai Ki Hadjar sendiri terpaksa harus magang menjadi guru pada sekolah dasar di benteng Madiun setelah dia menamatkan pendidikan sekolahnya.


    Hanya Sebentar menjadi Guru, Beliau Beralih Profesi sebagai Leerling Reambate di SS (PJKA/KAI saat ini red) Bondowoso, Panarukan, dan Tapen. Pada Tahun 1922, Jiwa pemberontakan Ki Hadjar membara lagi dan beliau bergabung dengan Sarikat Islam (SI). Dia sempat ditunjuk sebagai pengurus. Namun Demikian, di kala ada Kesempatan Beliau masih mengajar silat yang diberi nama SH Pencak Spor Club, di Desa Pilangbangau Kodya Madiun Jawa Timur, dan sempat dibubarkan oleh Belanda.


    Namun demikian semangat Ku Hadjar tetap Berkobar. Kebenciannya kepada Penjajah kian Bertambah. Tipu muslihatpun dijalankan. Untuk mengelabuhi Belanda, SH Pencak Sport Club yang dibubarkan Belanda, diam-diam dirintis kembali dengan Siasat menghilangkan kata 'Pencak' hingga tinggal 'SH Sport Club'. Hasilnya Belanda membiarkan kegiatan itu berjalan.

    Murid pertama Hadjar adalah Idris dari Dandang Jati, Loceret Nganjuk, lalu Mujini, Jayapana, dan beberapa nama lain yang tersebar sampai Kertosono, Jombang, Ngantang, Lamongan, Solo dan Yogyakarta. Enam tahun kemudian, pada Tahun 1948 PSHT mulai berkembang. Ajaran PSHT pun mulai dikenal oleh masyarakat luas dan Berkembang Pesat.

    Setelah proklamasi kemerdekaan, atas prakarsa Soetomo Mangku Negoro, Darsono, serta saudara seperguruan Lainnya diadakan konferensi di Pilangbango (di rumah Alm Ki Hadjar Hardjo Oetomo). Dari konferensi itu lahirlah ide mendirikan SH Terate yang berstatus 'Perguruan Pencak Silat' diubah menjadi organisasi 'Persaudaraan Setia Hati Terate'. Selanjutnya Soetomo Mangkudjajo diangkat menjadi ketuanya dan Darsono menjadi wakil ketua.

    Pada Tahun 1950, Karena Soetomo Mangkudjojo pindah ke Surabaya, maka Ketua diambil alih oleh Irsad. Pada tahun ini pula Ki Hadjar Hardjo Oetomo adalah seorang tokoh pendiri PSHT, dan Mendapatkan pengakuan dari pemerintah Pusat dan ditetapkan sebagai 'Pahlawan Perintis Kemerdekaan RI' atas jasa-jasa beliau dalam perjuangan menentang penjajah Belanda.

    Untuk menjadi saudara pada 'Persaudaraan Setia Hati Terate' ini, sebelumnya seseorang itu terlebih dahulu harus mengikuti pencak silat dasar yang dimulai dari sabuk hitam (polos), merah muda (Jambon), hijau (Ijo) dan putih kecil. Pada tahap ini seseorang tersebut Bisa disebut Sebagai Siswa atau Calon Warga PSHT. Selama Dalam Proses Latihan ini, Seorang Pelatih atau warga, memberikan pelajaran dasar tentang PSHT secara umum kepada para siswa. Mulai dari Pembukaan, Senam, Jurus, Kuncian, Toya Dan Lain-Lain.

    Dalam Latihan PSHT Biasanya di Bagi 2 Waktu atau Bagian. Yaitu Latihan Umum dan Latihan Privat. Latihan umum biasanya di jalankan selama 2-3 tahun, Sedang Privat di laksanakan Selama Setahun. PSHT latihan Privat Biasanya di ikuti Oleh Orang yang Sudah Berumur atau Tua. Setelah menamatkan pencak silat dasar tersebut, Seseorang yang dianggap sebagai warga atau saudara SH. Itu apabila Seseorang telah melakukan pengesahan yang dikecer oleh Dewan Pengesahan. Dewan pengesahan ini termasuk saudara SH yang 'terbaik dari yang terbaik' dan dipilih melalui Proses Musyawarah saudara-saudara SH. Proses kecer atau Pengesahan tersebut berlangsung pada bulan Suro atau Muharrom.

    Syarat yang harus disediakan dalam pengeceran antara lain: Ayam Jago, mori (kafan), Pisang Raja, Sirih, dan lain sebagainya syarat-syarat yang telah ditentukan. Dalam proses pengeceran ini, kandidat diberi Pengisian dan Gemblengan jasmani dan rohani dan ilmu tentang ke-SH-an, serta petuah-petuah, petunjuk-petunjuk secara mendalam dan luas.

    Saudara PSHT yang baru disahkan tersebut, dalam tingkatan ilmu disebut sebagai saudara tingkat I (erste trap). Pada Persaudaraan Setia Hati Terate juga dibagi dalam tiga jenis tingkatan saudara yaitu saudara SH Tingkat I (ester trap), Tingkat II (twede trap), tingkat III (derde trap).

    Pada Persaudaraan Setia Hati Terate diajarkan 36 jurus pencak silat yang merupakan warisan dari Ki Ngabei Soerodiwirjo di erste trap serta pelajaran ilmu ke-SH-an yang dapat diperoleh pada tingkatan twede trap dan derde trap. Jurus-jurus tersebut merupakan ramuan dari Beberapa Aliran Pencak Silat yang Berada di Nusantara, di antaranya dari Jawa Barat, Betawi, dan Minangkabau.

    Warga PSH Terate tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan di Beberapa Negara seperti Belanda, Perancis, Belgia, Jerman, Amerika Serikat, Australia, Malaysia, Singapura, Vietnam dan Brunei Darussalam. Secara Administratif mulai dirintis pencatatan jumlah saudara pada tahun 1986. Sehingga jumlah saudara mulai tahun 1986 1999 sebanyak 108.267 Pendekar PSHT.

    Sejak Wafatnya Kang Mas Tarmadji Budi Harsono Pada Tanggal 20 Oktober 2015, PSHT Mengalami Gonjang Ganjing Karena Memiliki Dua Kepemimpinan. Yang Membuat Bingung Berbagai Kalangan. Bebagai Mediasipun Sudah di lakukan. Namun Itupun Tak Membuahkan Hasil. Namun Kembali Ke Hukum Negara dan Pemegang Hak Paten Nama Organisasi. Terkuaklah Beberapa Segelintir Orang Ingin Merobohkan PSHT itu Sendiri. Berikut Ini Adalah Organisasi yang ILEGAL dihadapan hukum NKRI yang Dompleng PSHT adalah:
    Nama : Perkumpulan Persaudaraan Setia Hati Terate atau disingkat PPSHT
    Pendiri : Bagus Rizki Dinarwan
    Berdiri : Tahun 2016
    Bentuk/Jenis : Organisasi Perkumpulan
    Badan Hukum : Perkumpulan
    Ketua Umum : Drs. Moerdjoko HW
    Kepengurusan : Hasil Parluh 2017



    Nama : Perkumpulan Persaudaraan Setia Hati Terate Pusat Madiun atau disingkat PPSHTPM
    Pendiri : Bagus Rizki Dinarwan
    Berdiri : Tahun 2017
    Bentuk/Jenis : Organisasi Perkumpulan
    Badan Hukum : Perkumpulan
    Ketua Umum : Drs. Moerdjoko HW
    Kepengurusan : Hasil Parluh 2017


    Sedangkan PSHT yang LEGAL dihadapan hukum NKRI adalah:
    Nama : PersaudaraaN Setia Hati Terate atau disingkat PSHT
    Pendiri : Ki Hadjar Hardjo Oetomo
    Berdiri : Tahun 1922
    Bentuk/Jenis : Organisasi Persaudaraan
    Badan Hukum : Ormas sesuai UU no. 17 th 2013 dan Yayasan SH Terate
    Ketua Umum : Dr. Ir. M Taufiq SH. Msc.
    Kepengurusan : Hasil Parluh 2016
    Untuk Itu di Harapkan Para Warga PSHT tidak Usah Terprovokasi Oleh Postingan Apapun Karena Sudah Jelas Dalam Hukum Negara Siapa Ketua Umum PSHT Saat Ini.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    agama

    +