• Jelajahi

    Copyright © Tewe My ID BloggerIndo
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Author Details

    Dikirimi Keranda Mayat, Hakim di Pati Bebaskan Pesilat PSHT

    AriefTewe
    Kamis, 25 Februari 2016, Februari 25, 2016 WIB

    Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pati dikirimi keranda mayat oleh ratusan para pendekar Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Mereka mengawal sidang putusan kasus penganiayaan dengan terdakawa salah satu anggota PSHT, Selasa (23/2/2016).

    Supadi dan kedua temannya Nova Putra Anggara dan David Firmansyah dinilai menjadi korban kriminalisasi dalam kasus ini. Sehingga warga PSHT Hati mengawal kasus itu, agar hakim memberikan keputusan yang adil.

    Para pendekar PSHT itu membawa keranda mayat untuk menyindir para penegak hukum, dan simbol matinya keadilan. Beberapa bunga tabur, menyan dan dupa tampak di bawah keranda.

    Ikhtiar para pendekar PSHT itu pun berbuah manis. Majelis hakim PN Pati akhirnya memutuskan ketiga terdakwa tidak bersalah. Karena itu, ketiganya yang didakwa melakukan penganiayaan akhirnya dibebaskan.

    Kuasa hukum terdakwa, Ujang Wartono menilai, putusan hakim sudah tepat karena memang penganiayaan itu tidak terbukti. “Putusan hakim sudah tepat, karena memperhatikan fakta hukum yang ada,” ujarnya.

    Ia mengatakan, keterangan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak sesuai antara saksi satu dengan saksi yang lainnya. Sementara itu, saksi yang dihadirkan terdakwa dinilai sudah sesuai.

    Meski demikian, majelis hakim masih memberikan waktu kepada JPU untuk mengajukan banding. Jika sampai batas waktu yang ditentukan belum ada upaya banding, maka putusan hakim itu akan segera dilaksanakan.



    Memang Sudah Semestinya jika hukum dirasakan tidak adil harus dikawal sampai Terlihat keadilannya. para saudara psht menganggap Merasa janggal karena Bagaimana mungkin tiga orang Berkelahi dengan satu orang tidak dikatakan tindakan penganiayaan? itulah yang Membuat saudara psht Berkumpul untuk mengawal jalannya Persidangan di PN pati. Bukan Karena tidak terima dan tidak terima dengan keputusan hakim, Namun Hanya minta keadilan yang sebenarnya.

    Pembebasan tiga Orang yang dikatakan melakukan tindakan penganiayaan sangat mencederai Perasaan Semua warga psht khususnya di daerah Pati. Dimanapun dan kapan pun jika ada hal serupa dengan kejadian ini pasti warga Psht akan Berkumpul. untuk mengawal jalannya Persidangan.

    PSHT Memiliki Persaudaraan yang kuat dan Saling Melindungi satu dengan yang lain. itu bisa di lihat dengan antusiasnya para warga Psht mengawal jalannya Persidangan. itu bisa kita acungkan jempol karena persaudaraannya.

    psht adalah Sebuah Organisasi yang sebenarnya mengajarkan tentang persaudaraan, jadi tidak kaget dengan Sumbangsih dari semua anggota psht. Apabila ada satu orang yang sakit maka semua akan merasa sakit. itu yang diajarkan di dalam psht. saling menghargai, saling menyayangi merupakan sesuatu Yang jarang dimiliki oleh organisasi Pencak silat Lainnya. Dengan Aksi Yang di ceritakan diatas Membuktikan Bahwa rasa Persaudaraan yang ada di psht masih solid dan erat.

    Tentang Keberadaan Persaudaraan Setia Hati Terate dari Kalangan Masyarakat sudah Biasa Ada. maksudnya ada yang suka dan ada yang tidak suka. itu sudah Biasa dalam Kehidupan di tengah Masyarakat yang Majemuk dan plural. Hanya Saja yang kejelekan yang terus diberitakan Namun Kebanyakan orang yang tahu psht pasti akan Menerima dengan Lapang dada. Karena Sebaik Apapun yang Kita Lakukan, dimata Pembenci Tidak ada gunanya dan akan sia-sia saja.

    Bagi Warga psht khususnya yang Bersalah Tentu akan Menerima Keputusan apapun Resikonya. karena sebuah Ajaran Berani karena Benar takut Karena Salah itu juga yang di Ugemi atau diajarkan dalam psht. PSHT Sendiri Sangat Menghargai Sesama Pencak Silat Lain, Karena Merasa Satu Nasib Satu Perjuangan Dalam Kemerdekaan dan Melestarikan Budaya Bangsa. Kalaupun ada Perkelahian Antar Pesilat itu Hanya Kesalah pahaman Saja, Bukan Masalah Dendam Ataupun Musuh Bebuyutan. Saya Yakin Semua Pencak Silat Juga Akan Berfikir Demikian. Kalau Bukan Kita, Anak Kita, Cucu kita Yang Melestarikan Silat Sebagai Budaya Bangsa Lalu Siapa Lagi Yang Akan Melanjutkannya? Sedangkan Silat- silat Luar Negri Juga Sudah Mulai Masuk ke Nusantara. Punah Tidaknya Silat Tergantung Dari Kita Sekarang Yang Melestarikannya.

    sekedar Berbagi Informasi Bahwa Untuk menjadi saudara pada 'Persaudaraan Setia Hati Terate' ini, sebelumnya seseorang itu terlebih dahulu harus mengikuti pencak silat dasar yang dimulai dari sabuk hitam (polos), merah muda (Jambon), hijau (Ijo) dan putih kecil. Pada tahap ini seseorang tersebut Bisa disebut Sebagai Siswa atau Calon Warga PSHT. Selama Dalam Proses Latihan ini, Seorang Pelatih atau warga, memberikan pelajaran dasar tentang PSHT secara umum kepada para siswa. Mulai dari Pembukaan, Senam, Jurus, Kuncian, Toya Dan Lain-Lain. Warga PSH Terate tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan di Beberapa Negara seperti Belanda, Perancis, Belgia, Jerman, Amerika Serikat, Australia, Malaysia, Singapura, Vietnam dan Brunei Darussalam. Secara Administratif mulai dirintis pencatatan jumlah saudara pada tahun 1986. Sehingga jumlah saudara mulai tahun 1986 1999 sebanyak 108.267 Pendekar PSHT.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    agama

    +