• Jelajahi

    Copyright © Tewe My ID BloggerIndo
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Author Details

    Kisah Rosulullah dan Kuli Batu

    AriefTewe
    Jumat, 20 Mei 2016, Mei 20, 2016 WIB
    Dengan Kuli Batu

    Diriwayatkan ketika Waktu selesai perang Tabuk, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berjalan sambil menuntun Onta atau Kendaraan di waktu itu. Tanpa disengaja Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat dari kejauhan ada seorang Pria Kuli batu yang sedang mengangkat martilnya lalu ia memecahkan batu-batu yang ada di depannya tersebut. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada seorang kuli batu tersebut: “Bapak Kenapa tangan bapak begitu kasar? Dan Kenapa tangan bapak begitu hitam dan sangat kasar?” Maka bapak-bapak seorang kuli batu tersebut menjawab: “Ya Rasulullah, maafkan tanganku yang sekasar ini. Karena inilah aku menghidupi keluargaku (istriku serta anak-anakku). Setiap hari aku mencari nafkah dengan menjual pecahan batu-batu gunung ini, lalu aku menjualnya ke pasar dan hasilnya untuk aku berikan Sebagai nafkah kepada istri dan anak-anaku di rumah.”

    Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengambil tangan kanan sang bapak tadi itu, lalu menciumnya dan Bersabda: “WALLAHI INNA HADZIHI YADUN LA TAMASSUHAN-NAARU ABADAN.
    Demi Allah, Ini adalah Tangan Yang Tidak Akan Tersentuh Oleh Panasnya Api NERAKA Untuk Selamanya.”

    Masya Allah Tabarakallah!! Betapa indahnya akhlak Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam tersebut. Sampai dikatakan oleh para ahli sejarah bahwasanya, “Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mencium tangan Bani Quraisy (Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam itu tidak pernah mencium tangan para bangsawan, tidak pernah mencium tangan pemimpin-pemimpin Quraisy, tokoh-tokoh Quraisy, raja-raja, para penguasa-pengusa Negara, tidak pernah sama sekali Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam mencium tangan-tangan mereka). Akan Tetapi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam justru mencium tangan seorang kuli batu sambil mengatakan: “Ini Adalah Tangan Yang Tidak Akan Tersentuh Oleh Api Neraka.”

    Akhlak dan budi pekerti yang seperti inilah yang dicontoh oleh para sahabat, sehingga menghujam di hati mereka kecintaan terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam.

    Karena Beliau (Rosul) adalah Manusia Agung Namun Masih Mencium Tangan Seorang Kuli Batu Yang Hitam Legam Terkena Sinar matahari. Bukan Sebuah Tangan dari kalangan Seorang Hartawan Maupun Bangsawan. Rosul hanya Melihat Sebuah Niat Tulus dan Perjuangan Tanpa Batas Untuk Keluarga Si Kuli Batu Tersebut. Meski Tangan Sangat Kasar dan Hitam, Nabi Muhammadpun Tak Segan-segan Untuk Menciumnya. Bukan Masalah Kenabian atau Ingin Di Muliakan. Lebih Dari Itu, Begitulah Cara Nabi Memberi Contoh Kepada Para Sahabatnya Untuk Menghargai Sebuah Niat Tulus dan Perjuangan Bukan Untuk Kepentingan Pribadinya.

    Dari Kisah Diatas Bisa kita Cari Kesimpulan Bahwa Hanya Dengan Niat Yang Tulus yang disertai Perjuangan dan Cinta Akan Mendapatkan Balasan Surga. Tentu Saja Niat itu Untuk Menghidupi Keluarganya Sehari-hari agar Bisa Makan. Meski Harus Menahan Penderitaan dan Hasil Yang Sedikit.

    Nabi Muhammad pun Berpesan Innamal A'malu bin Niat, Segala Perbuatan itu Tergantung Niat. Dari Sini Pula Niat Mendominasi Amal yang kita Kerjakan. Dengan Kata Lain, Tanpa Niat Karena Allah, Semuanyapun akan Sia-sia. Nabi Muhammad Memberi saran Agar Semua Perbuatan apalagi Kegiatan ataupun Pekerjaan awali dengan Niat Karena Allah. Dalam Hal ini Kita di suruh Untuk Meminta Keridhoan Allah. Agar Apapun Yang Kita Kerjakan Baik Buruknya dan hasilnya Akan Mendapat Pahala. Seperti Pepatah Mengatakan Sekali Jalan Dua Gunung terlewati. Selain Bekerja Untuk Dunia, Bila Di Terapkan Dalam Keseharian Kita, Dengan Niat Karena Allah, Tentu Juga Akan Dicatat sebagai Pahala.

    Apalagi Jika Kita Termasuk Kuli Yang Keadaannya Panas Kepanasan, Hujan Kehujanan. Tentunya juga akan Mendapat Perhatian Khusus Dari Allah Subhanahu wa ta'ala Bila Di iringi dengan Bismillah atau Dengan Niat Karena Allah. Tentu hal itu Akan Membuat Kita Tak Tersentuh Oleh Api Neraka seperti Yang Sudah Di Kisahkan Rosul dan Kuli Batu diatas.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini