Pashter 98 Nganjuk

Kami Pashter Nganjuk 98 Umumnya Masih Mengikuti SH massal Yang di selenggarakan Pada Hari minggu Saat Libur Sekolah. Beberapa Warna Sabuk di SH yunior

Pashter 98 Nganjuk Memoria





Pashter Nganjuk 1998

Video Kreatif ini di khususkan Untuk Saudara Pashter '98 Nganjuk. Sebagai Moment dan Kenangan. Netepi kalimat Ora Ono Kamulyan Tanpo Perseduluran.

Foto Moment Ini dalam Acara Bagi takjil, Zakat dan Menu Berbuka puasa pada Ramadhan 2018. Semoga Persaudaraan Pashter '98 Nganjuk Tetap Kokoh dan Solid.




Salam Persaudaraan..

(Karena Berhubung Website ini, ada sedikit Masalah. Maka Video YouTube tidak Bisa Kami Tampilkan disini, Silahkan Kunjungi Channel YouTube Kami : AriefTewe)

Pashter Nganjuk Jawa Timur Bukan Merupakan Oraganisasi dan Bukan Suatu Komunitas dibawah Organisasi. Melainkan Hanya Sebutan untuk Suatu Golongan Pengesahan dalam hal ini adalah Pashter Nganjuk 98. ada Beberapa Sebutan dalam PSHT Antara Lain Salah satunya adalah Pashter, Ashter, Cashter, Arshter.

Pashter Berarti Pasukan Setia Hati Terate, Ashter Berarti Anak Setia Hati terate, Cashter Berarti Bocah Setia Hati Terate, Arshter Berarti Arek Setia Hati Terate. Semuanya Itu Hanya Sebutan Saja Bukan Sebuah Komunitas dibawah Bendera PSHT. Meski Banyak Sebutan yang Menunjukan Golongan Namun Kesemua Itu Tidak Mau disebut Sebagai Komunitas. Karena Komunitas Ada Beraneka ragam Pengesahan warga PSHT, Namun Golongan Hanya Menunjukan Tahun Kapan disahkan.

Pashter Nganjuk 98 Merupakan Sebutan Semua Warga PSHT yang telah Disahkan Pada Tahun 1998. Suka Duka Selama Mengikuti Proses Latihan PSHT telah Kami Lalui Dengan lancar Meski Terasa Berat Namun Rasa Persaudaraan dan Kebersamaan, Bisa Membuat Kami Kuat Menjalani Apapun Ujian Yang diberikan oleh Pelatih. pada Tahun 1995 Di wilayah Ranting Sukomoro Nganjuk Masih Terdapat Latihan Sh Yunior atau disebut Sh Massal. Umumnya SH Yunior ini Di ikuti Oleh Anak-Anak SD Mulai dari Kelas 1 sampai Kelas 6. Namun Seiiring Waktu keberadaan SH yunior atau SH Massal Kian Tidak Terdengar. Kami Pashter Nganjuk 98 Umumnya Masih Mengikuti SH massal Yang di selenggarakan Pada Hari minggu Saat Libur Sekolah. Beberapa Warna Sabuk di SH yunior Juga Terdapat 4 Tahapan dalam Proses Latihannya. Perbedaan PSHT dan SH Yunior adalah Di SH yunior Masuknya Juga Suka-suka. Bagi Yang Rajin Masuk akan Memproleh jurus dan Senam Lebih Banyak. Begitu Sebaliknya. Sabuk Tertinggi dalam SH massal atau SH yunior adalah Hitam atau Sabuk Polos.

Hubungan Antara Pashter 98 Nganjuk Masih Terjalin Meski Berbeda dan Terdapat Bermacam-macam Ranting Namun Kami Tetap erat Karena di Bungkus Senasib dan seperjuangan. Pashter Nganjuk Berusaha Sekreatif Mungkin Agar Nama Mereka Tetap Eksis Meski Telah Banyak Warga-warga PSHT yang Baru di sahkan. Bagi Kami Andai Bisa Bermanfaat Untuk Orang lain Mengapa Tidak dilakukan, sedangkan Kita Mampu Untuk Melakukannya. Kita Sadar Setiap Warga Pashter Nganjuk Mempunyai Latar Belakang Yang Berbeda Beda. Untuk Itu Kami punya Semboyan Meskipun Banyak Drama dan Peran Yang Dimainkan Akan Tetap Berusaha Menjadi Yang terbaik Dibidangnya. Boleh Mengingatkan asal Jangan Merendahkan. Berikut Kata-kata Mutiara PSHT.

Kata-Kata Mutiara PSHT

1.”Sephiro Gedhening Sengsoro Yen Tinompo Amung Dadi Coba”
sebesar apapun penderitaan apabila diterima dengan hati yang ikhlas maka hanya akan menjadi cobaan semata.
2.“Olo Tanpo Rupo Yen Tumandhang Amung Sedelok”
setiap kesusahan, keburukan, dan masalah-masalah apabila dijalani dengan senang hati maka akan hanya terasa sebentar saja.
3.“Tega Larane, Ora Tego Patine”.
bahwa orang SH Terate itu berani untuk menyakiti seseorang namun hanya kalau dengan niat untuk memperbaiki bukan merusak.
4.”Sak Apik-apike Wong Yen Aweh Pitulung Kanthi Cara Dedhemitan”
adalah sebaik-baik manusia adalah orang yang memberi pertolongan secara sembunyi-sembunyi.
5.“Suro Diro Joyo Diningrat Lebur Dening Pangastuti”.
segala kesempurnaan hidup ( Kesaktian, Kepandaian, Kejayaan, dan Kekayaan ) dapat diluluhkan dengan budi pekerti yang luhur.
6.“Satria Ingkang Pilih Tanding”
adalah Kesatria yang hanya mau melawan orang yang mampu menghadapinya, bukan orang yang lebih lemah daripadanya.
7.“Ngluruk Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasorake”berani tanpa harus ada kawan dan dapat menang tanpa harus merendahkan lawan.
8.”Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan”
jangan sakit hati bila musibah menimpa dirinya dan jangan bersusah apabila kehilangan sesuatu.
9.“Ojo Seneng Gawe Susahe Liyan, Opo Alane Gawe Seneng Liyan”
jangan suka membuat orang lain bersusah dan tiada buruknya membuat bahagia orang lain.
10.“Ojo Waton Ngomong Ning Yen Ngomong Sing Gawe Waton"
jangan hanya sekedar bicara, namun apabila bicara harus bisa dibuktikan.
11.“Ojo Rumongso Biso Ning Sing Biso Rumungso”
janganlah merasa paling bisa namun sadar diri atas apa yang dapat dilakukan orang-orang disekitar kita.
12.“Ngunduh Wohing Pakarthi”siapa yang berbuat pasti akan menerima hasil perbuatanya.
13.“Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman”
Jangan mudah terheran-heran, Jangan mudah menyesal,Jangan mudah terkejut-kejut, Jangan mudah kolokan atau manja.
14.“Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman”
Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi.
15.“Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka”
Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah, jangan suka berbuat curang agar tidak celaka.
16.“Aja Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendo”
Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah, Jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat.
17.“Aja Sok Rumangsa Bisa, Nanging Sing Bisa Rumangsa”
jangan merasa diri paling super atau paling bisa, tapi sadar diri dan sadar akan keberadaan orang lain.
18.“Sepi ing Pamrih Rame ing Gawe, Banter tan Mbancangi, Dhuwur tan Ngungkuli”
Bekerja keras dan bersemangat tanpa pamrih, Cepat tanpa harus mendahului, Tinggi tanpa harus melebihi.
19.“Urip Iku Urup”
Hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain disekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik, tapi sekecil apapun manfaat yang dapat kita berikan, jangan sampai kita menjadi orang yang meresahkan masyarakat.
20.“Memayu Hayuning Bawana”
Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan.
21.“Cilik ora kurang akal, gedhe ora luweh akal”
kecil bukan kurang berakal, besar bukan berarti lebih berakal, kalau ingat tidak akan mundur.

Posting Komentar