2 Siswi SMP di Pemalang Ciptakan Cincin Anti Gempa

Menciptakan cincin anti gempa
Saiwa dan Natali. Foto: Yustiana kumparan

Namanya Saiwa Regina Aulia dan Natali Oktavina,  pelajar SMP Negeri 2 Pulosari di Pemalang itu berhasil menciptakan Cincin Anti Gempa atau anti Guncangan, sebuah inovasi rancang bangun yang diikutsertakan dalam ajang National Young Inventors Award 2019. Keduanya  mengaku memperoleh ide tersebut setelah melihat dan mengetahui fungsi pegas yang ada di sepeda motor.

“Kami lihat motor itu kan ada shock packer-nya. Kalau di permukaan jalan yang bergelombang, akan memantul. Kalau gempa itu kan ada getarannya. Getarannya bisa merusak rumah. Jadi kami pikir, menggunakan itu juga bisa mengantisipasi,” kata Natali Oktavina di acara Indonesia Expo Sciece (ISE) 2019 di ICE BSD, Tangerang Selatan, Rabu 23 Oktober 2019 Lalu.

Natali menjelaskan, cincin anti gempa yang mereka ciptakan merupakan perangkat peredam gempa yang tersusun dari pegas, minyak, tabung, dan piston. Saat membuat prototipe-nya, Natali dan Saiwa memasang pegas di dalam tabung/cincin yang direndam dalam minyak.

Cincin Anti gempa
Contoh Bangunan dengan Cincin Anti Gempa.
Foto: Farida Kumparan.

Menurut Natali, itu dilakukan agar cincin menjadi tidak berkarat dan bisa digunakan untuk menambah daya serap getaran. Semakin banyak cincin pegas yang dipasang pada tiang penyangga bangunan, maka semakin banyak pula potensi getaran yang akan diredam.

Pada dasarnya, ketika terjadi gempa bumi, Sebuah Bangunan akan mendapat tekanan dari bawah sehingga menyebabkannya Getaran. Nah, bangunan beton yang kokoh dan kaku tidak mampu menjadi media rambat getaran gempa sehingga gempa akan menimbulkan kerusakan bangunan tersebut. Agar getaran yang terjadi tidak merusak bangunan itulah, maka bisa dilakukan inovasi dengan pemasangan pegas untuk meredam getaran pada tiang penyangga sebuah bangunan Rumah.

Pegas anti gempa
Contoh Pegas Anti Gempa

kata Saiwa, Inovasi ini bisa diterapkan pada tiang penyangga (soko) bangunan yang merupakan penyokong utama sebuah bangunan. “Jika ada getaran gempa, sebagian getaran akan diredam oleh si cincin ini, sebagian lagi akan dialihkan ke arah yang lainnya,” jelasnya.

“Kalau cincin ini dipasang pada bangunan aslinya, (ukurannya) bisa lebih besar dari ini, menyesuaikan struktur bangunannya,” ujar Natali sambil menunjukkan prototipe cincin anti gempa yang bentuknya mirip seperti sebuah pegas pada sepeda motor.

Selain bertujuan untuk meredam getaran gempa bumi menuju tiang penyangga bangunan, menurut Natali dan Siwa, cincin anti gempa ini juga bertujuan untuk memperkecil kerusakan bangunan akibat bencana gempa tersebut. Dengan begitu, tak banyak korban yang tertimpa Reruntuhan bangunan. Harapannya, kata mereka, ide inovasi ini mampu memberikan kontribusi pada rancangan bangunan yang aman dari gempa bumi.

“Kita kan tinggal dekat dengan kaki gunung Slamet, jadi mungkin suatu saat bisa terjadi gempa. Jadi kita bisa buat inovasi ini dan bisa meminimalisir atau Memperkecil kerusakannya,” kata Saiwa. Postingan ini di sunting dari kumparan.com


Author

AriefTewe AriefTewe Hanya seorang Tukang Sapu.

Posting Komentar