• Jelajahi

    Copyright © Tewe My ID BloggerIndo
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Author Details

    Penggerebekan Rumah Terduga Teroris di Tambun Utara

    AriefTewe
    Minggu, 13 Oktober 2019, Oktober 13, 2019 WIB
    Karangsatria tambun
    Suasana di kontrakan terduga teroris

    Kampung Rawa kalong karang satria di Hebohkan Kembali dengan Penggerebekan Rumah Yang Di Duga Teroris. Sekitar tanggal 23 Bulan Lalu Sudah di Tangkap Suami Istri Terduga Teroris. Kini Polisi kembali Menggerebek Rumah yang Menurut Cerita Orang Setempat adalah Rumah Anak Yang Terduga Teroris. Bagaimana Suasana Penggerebekan Tersebut. Mari kita lihat Cuplikannya.


    Teroris adalah Sebuah Pola Pikir Seseorang Yang Menganggap Dirinya Benar Serta Menganggap Allah, Rosul Serta Orang-orang disekitarnya Salah. Terorisme Merupakan Salah Satu Bentuk Tindakan Seseorang Untuk Melakukan Hal Bunuh diri Yang Menurutnya Benar. Padahal Bunuh diri dengan Cara apapun Tidak Dibenarkan Oleh Agama Bahkan di kecam oleh Semua Negara.

    Teror Seakan Menjadi Bahaya Laten Bagi Indonesia dikarena Bisa Tumbuh dan Beraksi Tanpa Disadari Perkembangannya. Teroris Di Indonesia Seakan Menjadi Bahaya yang Sangat Menakutkan Bagi Semua Orang. Tujuan Teroris Ini hanya Ingin Masyarakat Hidup dalam Ketakutan dan Jauh dari Ketenangan. Sulitnya Melacak Keberadaan Mereka Karena Bersembunyi Dibalik Nama Agama dan Selalu Bisa Merekrut anggota-Anggota Baru Yang bisa dibodohi Untuk Melakukan Aksi Bunuh diri dengan Alasan Opini dari Mereka Sendiri.

    Bagi Mereka Tujuan Utamanya adalah Masuk Surga dan Mendapatkan bidadari yang Sangat Seksi. Otak Mesum Mereka dibalut dengan Agama Agar Bisa Terlihat Lebih suci Dari Orang Orang-orang Yang Awam dengan ilmu agama. Mereka Selalu Berbicara Tentang pahala dan Pahala, Sedangkan mereka Jarang Sekali Berbicara Tentang KeEsaan Allah atau Kebijaksanaan Rosulullah. Mereka Enggan Bahkan tidak Mau Bertoleransi Dengan Agama Lain, Agar Terlihat Fokus dan agar dikira Ahli Agama yang Menjadi Seakan-akan Suci dan Bersih.

    Sekedar Tambahan Hanya Untuk Pengetahuan dan Informasi Tentang Awal Mereka (Teroris) akan Merekrut Calon Anggotanya. ada Beberapa Pertanyaan Yang Akan mereka Utarakan Untuk Target Calon Anggotanya. dan Bagaimana Caranya Untuk Melawan Sugesti Mereka Simak Caranya dibawah ini.

    Mereka (Teroris) Akan mencari Target Seseorang Yang Mempunyai Ilmu agama dan fasih dalam Baca Al-Qur'an Saja Bukan Orang Yang faham dan Berpengetahuan Agamanya luas. Pertanyaan Teroris Kepada Calon Anggotanya ini Terkesan Mudah Namun Dalam Pertanyaan Memancing Pemikiran Agar Calon Anggotanya Bisa disugesti. Berikut Contoh Pertanyaannya:
    Kamu Cinta Pancasila Atau Al-Qur'an?
    Kamu Iman Kepada Nabi Muhammad atau Jokowi?

    Untuk Orang Awam Pertanyaan itu Sangat Mudah. Tinggal jawab Al-Qur'an dan Nabi Muhammad. Tapi Ingat, Jawaban Yang disebutkan Itu Akan Berpengaruh Buruk Untuk Pikiran dan Hati. Sebenarnya Pertanyaan Mereka Sama Sekali Tidak ada Hubungannya, Namun Mereka Mengemasnya Agar Mudah Dijawab dan Mudah di Masuki Paham-paham Radikal.

    Mengapa Pertanyaan Tidak Ada Hubungannya? iya, Karena Mereka (Teroris) Membandingkan Sesuatu yang Tidak sebanding Dengan sesuatu. Sebagai Contoh Kita Disuruh Menjawab Cinta Pancasila Atau Al-Qur'an. Pancasila itu Dasar Negara, Sedangkan Al-Qur'an itu Kitab Suci. Apakah Ada Hubungannya? Jelas tak Ada. Contoh Lagi Pertanyaan Iman Kepada Nabi Muhammad atau Jokowi? Nabi Muhammad itu Utusan Allah sedang Jokowi itu kepala Negara, apakah ada hubungannya? Jelas Tidak Ada bukan.

    ini adalah Contoh Pertanyaan yang Mereka Berikan Kepada Calon Anggota Baru Terorisme. Lalu Bagaimana Kita Melawan Pertanyaan Mereka? Jawab Saja Seperti Saya Menuliskan diatas. Bisakah Pertanyaannya Sebanding, dasar negara vs dasar Negara, Kitab suci vs kitab Suci? Yang Kedua Jawab Saja, Surga Dan neraka itu Urusan Saya. Iman Tidaknya Saya, Hanya Allah dan Saya yang Tahu.

    Kadang Mereka pun mengolok-olok Dengan sebutan Kafir, Bodoh, Goblok, Anjing Neraka. itu apabila Kita Mampu Mengkritisi Pertanyaan Mereka dan Mematahkan Sugesti dari Mereka. Jangan Takut dan Gentar, Kadang Orang Yang Awam Takut dikatakan Kafir sehingga Tak Berani Melawan Kehendak Mereka. Padahal Pertanyaan yang Mereka Berikan Menggiring Pikiran kita Untuk Membenci Pancasila dan Jokowi Sebagai Kepala Negara. dan Akhirnya Akan DiSodori Dengan Video-video penyiksaan Orang-Orang islam yang Belum Tentu Kebenarannya, Sehingga Hati Menjadi diliputi Jiwa Dendam dan dipenuhi dengan sifat Pembenci.

    Ingat Orang Yang melakukan Bunuh diri dengan Cara Apapun Tidak Akan Masuk Surga apapun Dalilnya. Apakah Sang Sutradara Akan Membayar Pemainnya Jika Keluar Dari Skenarionya?

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    agama

    +