• Jelajahi

    Copyright © Tewe My ID BloggerIndo
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Clickadu

    Author Details

    Sumpah Serapah Karena Mangkraknya Pembangunan Pasar Randudongkal

    AriefTewe
    Senin, 10/21/2019 09:45:00 PM WIB Last Updated 2019-10-21T14:52:00Z
    Ads here
    Pembangunan Mangkrak
    Foto keadaan pasar randudongkal


    Terlihat Puluhan pondasi bangunan di Pasar Randudongkal, Kabupaten Pemalang, nampak mangkrak Tak Terawat. Rumput dan tumbuhan merambat, juga terlihat memenuhi bangunan pasar Randudongkal ini.

    DiKarenakan proyek pembangunan lama tak dilanjutkan dan Terhenti. pagar seng atau aluminium yang membatasi bangunan dan jalan mulai berkarat, dan mulai rusak karena terlalu lama tidak ada Kabar Jadwal pembangunannya Kembali.

    Tak Terlihat ada aktivitas pekerja di Pasar Randudongkal yang dahulu menjadi Salah satu Pasar di antara pasar tersibuk di Kabupaten Pemalang.

    Karena tak kunjung dikerjakan, beberapa Pedagang pun Buka lapaknya di sepanjang Jalan Gatot Subroto depan bangunan pasar Tersebut.

    Kondisi Seperti ini dikatakan pedagang sudah berlangsung sejak Tahun 2017 yang lalu. Mulainya Sekitar  tanggal 30 Juli 2017. Keluhan akan lambatnya dan Bertele-telenya pembangunan Pasar Randudongkal ini, Para Pedagang Memberikan kritikan padas Bahkan Sumpah Serapah Kepada Pemerintah.

    Mangkrak pasar randudongkal
    Curhatan pedagang


    Mereka menganggap Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop UMKM) Kabupaten Pemalang, tak memikirkan dan Melindungi Pedagang. Karena Pembangunan Pasar Randudongkal Mangkrak akan Berimbas Kepada Perekonomian Penduduk Setempat.

    “Niat ora bangun pasar, wes 2 tahun ora dadi-dadi, yen ora niat ora usah dibangun sekalian.

    Ngentek-enteke diut negoro bae, Niat membangun pasar atau tidak, sudah dua tahun tapi tidak ada perubahan, kalau memang tidak niat, tidak usah dibangun sekalian. (masyarakat banyak yang komentar seperti itu.) Hanya menghabiskan uang negara saja. tutur ibu sri pedagang makanan yang masih bertahan di sekitar bangunan Pasar Randudongkal Tersebut.

    Selain memberikan komentar pedas, masyarakat semakin kesal, ketika mendengar informasi terkait pemutusan kontrak ke pada pihak kontraktor.

    “Kami tahu kontraktor yang menangani Pasar Randudongkal pernah mencalonkan diri sebagai anggota DPRD, mungkin itu yang membuat dinas terkait menyetujui pembangunan pasar yang ditangani oleh kontraktor tersebut. Lalu kini diputus kontrak, terus kepimen kiyeh. Pembanguan pasar ini menyangkut Nasib Ribuan Pedagang, rasanya kami seperti dipermainkan saja,” ucapnya.

    Mangkrak pasar randudongkal
    Spanduk: Jangan Tambah Penderitaan kami


    Sementara itu,  pedagang lainya, menganggap Disperindagkop tak serius menangani Pembangunan Pasar Randudongkal.

    “Lihat sendiri kondisinya hingga dipenuhi semak belukar. Ribuan pedagang kebingungan karena harus menunggu proses pembangunan yang tak kunjung selesai".

    “Apa Pemkab kehabisan uang, atau uangnya untuk yang lain bilang saja ke kami. Tapi Tidak seperti ini caranya, hanya memberi janji janji saja. Kami Bosan di PHP, kami ingin berdagang di pasar lagi.

    Tak Sedikit Pula Yang Curhat mengenai Masalah Mangkraknya Pasar Randudongkal ini kepada Pemerintah Melalui Email Maupun di Akun Media Sosial Milik Pemerintah. Dan Mereka Membuat Petisi Yang Memuat Tuntutan Sebagai Berikut:
    1. Menuntut Pihak Terkait Untuk Mempercepat Pembangunan Pasar Randudongkal..
    2. Menuntut Dikembalikannya Fungsi Lapangan Olah Raga Randudongkal Yang Dialih Fungsikan Menjadi Pasar Sementara.
    3. Menuntut Pihak Terkait Terbuka, Transparan, Terkait Pembangunan (Sharing Di Media sosial).
    4. Menuntut Pihak Terkait Mencari (Dalam Proses Lelang) Kontraktor yang Bonafit.

    Mangkrak pasar randudongkal


    "Selamat Siang Bapak Bupati Pemalang yang Terhormat. Semoga sehat Selalu agar Bisa Bertanggung Jawab dengan Apa yang ada dalam gambar ini.
    Tahun Depan Sudah Turun Jabatan? Semoga Bapak Dihindarkan dari Pembalasan Di Akherat Nanti Karena Janji Yang Tak Terealisasi".


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    agama

    +