• Jelajahi

    Copyright © Tewe My ID BloggerIndo
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Author Details

    Hilang 6 Suasana Ramadhan Saat Corona Menghadang

    AriefTewe
    Senin, 20 April 2020, April 20, 2020 WIB
    6 Suasana ramadhan yang hilang saat corona


    Ramadan merupakan Salah satu Bulan yang sangat Istimewa, Disamping Kita Menjalankan Puasa, Amalan Ibadah Lainnya pun Pahala akan dilipat gandakan Oleh Allah Subhanahu wata'ala. Namun ada yang berbeda di Tahun ini, diKarenakan Seluruh dunia mengalami wabah Pandemi Virus Corona. Dimana Virus Ini Sangat Cepat Penyebaran atau penularannya dari Manusia ke manusia yang lain. Sedang Pemerintah pun tidak tinggal diam dengan situasi ini, Karena Berbagai Cara sudah di lakukan baik social distacing, Lockdown bahkan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB. Dan oleh sebab itu Wabah Corona Tersebut Membuat Ramadan di Tahun ini akan Terasa Berbeda dengan Ramadan-ramadhan di Tahun sebelumnya. Yang Pasti Semua Akan Merasakan Hilangnya 6 Suasana Ramadhan Saat Corona Menghadang.

    1. Sholat Berjama'ah.
    Di Ramadhan Sebelumnya Umat Muslim selalu Hadir dalam Setiap Sholat Fardhu di Masjid dan Mushola. Setiap Adzan di kumandangkan Umat Muslim selalu Bersama Menuju ke Masjid dan Mushola guna Melaksanakan sholat Berjama'ah. Namun Tidak untuk di Tahun ini, di Bulan ini bahkam di saat ini. MUI Sendiri sudah Jauh-jauh hari Melarang Sholat Berjamaa'ah di Masjid dan Mushola. Karena Untuk menghentikan Penyebaran Virus Corona yang diKuatirkan Bertambahnya Korban Yang Positif dan Terjangkit Virus Corona.

    2. Unggahan.
    Setiap akan Memasuki Romadhon atau Memasuki Bulan Puasa Tradisi Masyarakat Jawa dikenal dengan Nama Unggahan. Yaitu Sebuah Tradisi Berdoa Bersama dengan Membawa Jajanan yang dikumpulkan menjadi Satu dan Setelah Selesai Berdoa jajanan itu di bagikan kembali kepada mereka Sendiri. Biasanya Mereka Berkumpul dari Usia muda sampai Tua di Sebuah Masjid atau Mushola, Dengan Melantunkan shalawat Bersama-sama Sebelum Doa. Namun Sekarang disaat wabah Corona Apalagi Di daerah red zone atau zona Merah Tentu Kegiatan semacam ini tidak akan di Perbolehkan lagi.

    3. Sahur on the road.
    Berbeda dengan di kota yang Berjalan Beramai ramai saling Berbagi menu Saur, Di Pedesaan khususnya Dekat Pesantren, Biasanya Mereka Berjalan Bergerombol Sembari Berbaris dengan Membawa alat Bedug Yang Bertujuan Membangunkan Orang Untuk Sahur. Tak Berhenti disitu saja, Setelah sholat Subuh biasanya didominasi kawula muda Berjalan di sepanjang dan Bergerombol untuk Menikmati Keindahan suasana di pagi hari. Namun Kini Mungkin Hal tersebut akan Hilang di karenakan ada Pembatasan Sosial Berskala Besar yang Pastinya Hal itu juga akan Dilarang.

    4. Ngabuburit.
    Setiap Bulan Puasa biasanya pada sore hari Orang-orang juga menghabiskan waktunya Untuk Berjalan Beramai-ramai sambil Menunggu waktu Untuk Berbuka Puasa. Ada pula yang Mengisi dengan Olah raga Sepak Bola, Main basket dan Olah raga tradisional lain. Namun dengan Keadaan Seperti Sekarang Ini yang Masih Musim pageblug atau musim Penyakit Tentu Ngabuburit seperti hal diatas tidak akan di Perbolehkan lagi.

    5. Memilih Menu Takjil.
    Takjil merupakan istilah jajanan yang sering disebut-sebut di Bulan Puasa. Karena jajanan Takjil ini memang adanya di Bulan Puasa. Seperti Kolak, Manisan, dan Kurma. Berbagai Penjual pun Biasanya berkumpul disetiap pinggir jalan untuk menjajakan dagangan mereka, Dan Tentunya Pembelinyapun tak sedikit. Bila Saat Berbuka atau waktu Magrib akan tiba para Pembeli pun Bisa Berjubel karena panjangnya antrian. Tapi Mungkin di Waktu ini, memilih Menu Takjil hanya bisa di lakukan Lewat Online. Karena Terbentur oleh Peraturan PSBB.

    6. Tadarus.
    Kita Tahu Bulan Romadhon tak akan lengkap dengan Lantunan Ayat-ayat Suci Al-Qur'an di Setiap Masjid dan Mushola. Biasanya Mereka Membaca Al-Qur'an atau Mengaji dengan bergerombol antara putra dan putri. Biasanya grup tadarus Putri diberi kesempatan untuk mengaji dahulu kemudian Grup Putra. Namun Demikian dengan Adanya Sosial Distacing atau pembatasan Jarak fisik dan Larangan Bergerombol menjadikan Tradisi Tadarus akan Semakin Hilang. Dan Apabila pada saat idul fitri Virus Corona ini Masih Mewabah tentu Akan Ada 7 Tradisi romadhon yang akan Hilang. Karena Tradisi Takbiran pun akan di Larang dengan Alasan Untuk Memutus Rantai Penyebaran Covid 19 ini.

    Virus Corona Atau Covid 19 Yang saat ini mewabah, Telah Merampas Kebahagian serta merampas Kenikmatan Beribadah kita dan Semoga saja Virus ini akan Segera Berakhir.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini