Rusak Engsel dan Pot Bunga Aktivis Nganjuk Diancam 7 Tahun Penjara

Demo aktivis dana desa Patianrowo nganjuk
Gambar edit pixabay

Sebagaimana yang sudah diberitakan oleh media lensamata, Menceritakan Bahwa ratusan aktivis FPMN sudah 5 kali Ingin Menemui bupati Nganjuk yaitu bapak Novi. Mereka menggelar aksi unjuk rasa di depan pendopo kabupaten Nganjuk. Bahkan Sampai pernah 2 hari Menginap di kantor dinas PMD (Pemberdayaan Masyarakat Desa). Meski demikian Bupati Nganjuk Novi tetap tidak menemui Mereka.

Hal ini disebabkan Pernyataan dari Kepala Desa Ngepung bahwa yang berhak menjelaskan soal APBDes (ADD) hanya Bupati, bukan Kepala Desa. Hal ini disampaikan di depan massa FPMN yang demo di balai desa Ngepung Tempo Lalu. Maka atas Pernyataan itu aksi mereka tidak lagi di kantor desa Melainkan dipusatkan di kantor Pemkab Nganjuk. Di samping itu Mereka juga sudah Berkali-kali Menyuarakan Keinginan Mereka Mulai dari Kantor Desa Ngepung, Kantor Kecamatan Patian rowo, Dinas PMD, Kantor Inspektorat, Polres dan Terakhir Ke Kantor Bupati Nganjuk. Dalam Surat Pemberitahuan demo ke Polres Nganjuk, aksi Unjuk Rasa ini Sudah 11 kali di lakukan Namun Belum Membuahkan Hasil dan Penjelasan Dari Bupati Nganjuk Novi.

Para Aktivis ini di Tangkap karena di duga melakukan Pengrusakan Engsel Pintu Gerbang Kantor Pemkab Nganjuk dan Memecahkan Pot Bunga. Namun Tak di sangka hanya merusak Engsel dan Pot Bunga Saja Mereka Di Ancam Hukuman 7 Tahun Penjara. Hal itu Di beritakan oleh lensamata.com bahwa Penyidik Membidik para Tersangka dengan pasal 170 ayat (1) dan (2) ke 1e KUHP dengan Ancaman Maksimal 7 tahun Penjara.

Disisi Lain sejak Mereka di dalam Penjara, kehidupan keluarga Aktivis Semakin Memperihatinkan. Lebih Lengkap kita bisa lihat Video Mereka di YouTube.

Lalu Apakah ini yang dinamakan Demokrasi?

Baca juga

kunjungishopee