-->
  • Jelajahi

    Copyright © Tewe My ID
    Best Templates

    Ads

    Author Details

    Saya Lebih Kaya Daripada Allah

    AriefTewe
    Sabtu, 10/03/2020 08:54:00 AM WIB Last Updated 2020-10-03T01:54:34Z

    Abu Nawas merupakan seseorang yang cerdik serta memiliki pemikiran yang luas, namun perwatakannya sangat melucukan serta jadi bahan ketawa kepada orang banyak pada masa itu. Dia sangat disanjungi serta disayangi oleh Khalifah Harun Al- Roshid.



    Pada sesuatu hari Abu Nawas berangkat ke pasar untuk bertemu dengan kawan- kawannya. Kondisi pasar pada pagi itu padat dengan orang ramai yang lagi membeli dan menjual. di pasar itu Abu Nawas mengatakan "Hai kawan- kawanku, saya sangat benci kepada yang hak serta sangat cinta kepada fitnah" serta dia mengatakan lagi "Saya sebetulnya pada hari ini sangat kaya malah lebih kaya daripada Allah". Orang-orang yang mendengar perkataan Abu Nawas mulai rasa curiga serta menuduh Abu Nawas telah tidak sadar, karana seluruh orang sangat menyayangi kepada masalah yang hak serta membenci kepada fitnah serta sebetulnya Allah maha kaya dari sekelian makhlukNya.


    Orang-orang yang terletak disana, menangkap Abu Nawas serta membawanya mengadap Khalifah Harun Al- Rashid. Orang-orang Tersebut Memberi tahukan kepada Khalifah Harun Al-Rashid tentang perkataan Abu Nawas di pasar tadi, Khalifah sangat marah dengan perkata Abu Nawas. Oleh kerana Khalifah merupakan seseorang pemerintah yang adil, beginda tidak Langsung menghukum Abu Nawas sehingga dia betul- betul tahu Tentang kebenaran perkata Abu Nawas. Khalifah bertanya kepada Abu Nawas "Apakah ada benar kamu berkata bahwa kamu sangat membenci kepada yang hak serta menyayangi kepada fitnah Abu Nawas?". 


    "Benar wahai Amirul Mukminin "jawab Abu Nawas. Khalifah bertanya lagi" Apakah ada benar kalian berkata bahawa kalian lebih kaya daripada Allah?". 


    Jawab Abu Nawas "Benar wahai Amirul Mukminin".


    Khalifah Harun Al- Rashid sangat marah kepada Abu Nawas kerana setahunya Abu Nawas merupakan seseorang yang alim serta sentiasa bertakwa kepada Allah. Khalifah mengatakan "Apakah yang sudah Merasukimu Abu Nawas?. Atau Sudah kafirkah kamu karena mampu mengucapkan perkataan tersebut?". 


    Abu Nawas tersenyum serta mengatakan "Sabarlah wahai Amirul Mukminin, dengarlah dulu uraian hamba".


    "Apa yang kamu hendak jelaskan lagi, bukankah perkataan kamu telah jelas serta nyata" jawab Khalifah. "Begini wahai Amirul Mukminin" jawab Abu Nawas serta menyambungnya lagi" Saya kerap mendengar orang membaca talkin bahawa mati itu merupakan hak serta neraka merupakan hak, bukankah mati serta neraka sangat dibenci oleh Banyak Orang?" "Aku rasa Amirul Mukminin pula membenci mati serta neraka sama seperti aku membencinya" kara Abu Nawas. Khalifah Harun Al- Rashid mengangguk- nganggukkan kepalanya menunjukkan kebenaran perkata Abu Nawas.


    "Bagaimana pula dengan perkata mu bahwa kamu sangat menyayangi kepada fitnah?" kata Khalifah. Jawab Abu Nawas "Anak serta Harta boleh disebut membawa kepada fitnah, tidak ada seseorangpun  yang membenci anak serta harta. Khalifah sendiri sangat menyayangi anak serta suka mengumpulkan harta, bukan?". Khalifah sekali menganggukkan kepalanya bagaikan menunjukkan kebenaran perkata Abu Nawas.


    Khalifah Harun Al- Rahid bertanya lagi "Terangkan kepada ku bagimana kamu berkata bahwa kamu lebih kaya daripada Allah?". Abu Nawas menanggapi dengan Serius "Aku memiliki banyak anak sebaliknya Allah tidak beranak serta tidak diperanakkan". Orang-orang yang Berada disana berasa lega serta berpuas hati dari Jawaban Abu Nawas. Mereka pun Kemudian Pergi dari sana buat meneruskan aktivitas seperti Biasanya.


    Khalifah Harun Al- Rashid memberikah hadiah kepada Abu Nawas diatas kebijaksanaannya, serta mengatakan mengatakan kepada Abu Nawas "Apakah sesungguhnya yang menimbulkan Niatmu mengucapkan perkata tersebut di khalayak ramai?". 


    Abu Nawas menanggapi bahwa ia mau bertemu dengan Amirul Mukminin, cuma dengan metode itu sajalah ia bisa bertemu dengan Amirul Mukmin. Setelah Mengobrol dan Berbincang-bincang dengan Khalifah Harun Al- Rashid, Abu Nawas pun meminta izin untuk menjalankan aktifitas sehari-harinya.


    Dari Cerita Singkat Dari Abu Nawas Ini, Kita Dapat Pelajaran. Menuduh Orang Dengan Mendengar Perkataan Orang itu tidak Selalu Benar, Justru Akan Diketahui Kebodohannya. Setiap Orang Punya Keinginan dan akal yang Tidak Bisa Dijelaskan Dengan perkataan, Bahwa Abu Nawas hanya  Cari Perhatian untuk Bertemu Kholifah Harun al-Roshid.


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini